Apa itu Depresi?

Depresi adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan gejala:

  • perasaan murung, sedih
  • kehilangan minat
  • tidak bertenaga dan mudah lelah
  • konsentrasi dan perhatian berkurang
  • gangguan pola makan (banyak atau tidak makan)
  • adanya gagasan atau perbuatan membahayakan diri/bunuh diri
  • gangguan tidur (banyak tidur atau sulit tidur)
  • harga diri dan kepercayaan diri berkurang
  • pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
  • perasaan tidak berguna/rasa bersalah

Satu episode depresi utama telah ada setidaknya dalam 2 minggu.

 

Berdasarkan Global Burden of Disease WHO, depresi diprediksi akan menjadi penyebab utama kedua beban penyakit pada tahun 2020 setelah penyakit jantung.

 

Apa saja dampak dari depresi?

Menurut Stahl SM. Essential Psychopharmacology: Neuroscientific Basis and Clinical Application. New York: Cambridge University Press; 1996:99-130, dampak depresi terhadap kesehatan dan fungsi adalah:

  1. Mortalitas (angka kematian)

 a. Depresi adalah faktor utama untuk kematian akibat bunuh diri

 b. Kecelakaan fatal akibat konsentrasi dan perhatian terganggu

 c. Kematian akibat penyakit yang terkait atau yang diakibatkan (misal: penyalahgunaan alkohol)

2. Morbiditas (angka kesakitan)

 a. Percobaan bunuh diri

 b. Kecelakaan

 c. Menyebabkan penyakit fisik / somatisasi

 d. Kehilangan pekerjaan

 e. Gagal di sekolah / karir

 f. Penyalahgunaan alkohol / zat

3. Kondisi sosial

 a. Keluarga disfungsional (tidak berfungsi dengan baik)

 b. Produktivitas berkurang

 c. Cedera terkait pekerjaan

 d. Kualitas pekerjaan buruk

(Sumber: Buku “Selayang Pandang Kesehatan Jiwa” dari RS Jiwa Menur Surabaya)
Chat us for more information