autisme

adalah gangguan perkembangan pervasif yang kompleks, biasanya muncul pada anak-anak terutama usia 1-3 tahun, akibat adanya kelainan biologis dan neurologis pada otak termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan tubuh.

Autisme masa kanak ditandai dengan adanya 3 gejala utama meliputi:

  • gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif
  • hambatan komunikasi, bahasa, perilaku
  • hambatan dalam interaksi sosial

sehingga anak autisme seperti hidup dalam dunianya sendiri.

Apa saja penyebab autisme?

Penyebab autisme hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa autisme adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh multifaktorial dan didapatkan sejumlah kelainan pada tubuh penderita. Kelainan anatomis pada otak terjadi secara genetik, dipengaruhi dan diperberat oleh manifestasi makanan (tidak adanya enzim gluten dan casein dalam diri anak autisme).

Indikator kecurigaan autisme

  1. Tidak mengoceh, tidak menunjuk atau tidak membuat gerakan berarti saat berusia 1 tahun
  2. Tidak dapat berbicara satu kata saat berusia 1 tahun
  3. Tidak dapat menyusun 2 kata saat berusia 2 tahun
  4. Tidak menoleh saat dipanggil namanya
  5. Kehilangan kemampuan berbahasa dan ketidakmampuan melakukan aktivitas sosial
  6. Kurangnya kontak mata
  7. Tidak menunjukkan ketertarikan dan tidak mengerti fungsi mainan
  8. Menyusun mainan/benda berderet-deret secara berlebihan
  9. Sangat tertarik pada salah satu bagian benda atau mainan
  10. Tidak pernah tersenyum
  11. Tampak ada gangguan pendengaran

(pic: DocPlayer.info)

Bagaimana Cara Penanganannya?

1.Hak Asasi Manusia (HAM)

berlaku juga bagi anak autis sebagaimana pada anak lainnya seperti mendapatkan pendidikan yang layak, bermain bersama, mendapatkan kasih sayang dan lain sebagainya.

2. Perbedaan dan keunikan

Setiap anak autis memiliki keunikan tersendiri, sehingga perlu diperhatikan perbedaan dan keunikan ini agar tidak salah dalam memberikan penanganan dan memenuhi kebutuhan masing-masing anak autis.

3. Waktu yang panjang

Autisme merupakan sebuah gangguan proses perkembangan, karena itu terapi jenis apapun yang dilakukan dan diberikan akan memerlukan waktu yang tidak sebentar, namun dalam waktu yang lama. Terapi harus dilakukan secara terpadu dan disesuaikan dengan kondisi anak.

4. Perlu diingat bahwa tujuan utama yaitu mendorong kemandirian mereka, di samping juga ikut mengembangkan bidang peningkatan akademiknya jika memungkinkan.

5. Orangtua, guru-guru sekolah dan orang yang memberikan terapi lainnya harus bekerja sama, saling terbuka, selalu berkomunikasi untuk membuat daftar perencanaan penanganan dengan teknik terbaik bagi anak-anak autisme.

6. Pengajaran yang terstruktur sangat penting, sehingga materi yang diberikan haruslah direncanakan sebaik mungkin dan seteratur mungkin.

SEGERALAH KONSULTASIKAN ANAK ANDA, JIKA MENGALAMI GEJALA TERSEBUT DI ATAS. PENANGANAN SEDINI MUNGKIN MEMBERI HASIL SEMAKSIMAL MUNGKIN.

(Sumber: “Selayang Pandang Kesehatan Jiwa” dari RS Jiwa Menur Surabaya)

Chat us for more information