Bagaimana dan Kapan Membahas Seks dan Seksualitas dengan Anak-Anak Anda

Mendiskusikan kata “S” dapat menimbulkan kepanikan bahkan bagi orangtua yang paling percaya diri sekalipun. Apa yang Anda bagikan, dan kapan… dan bagaimana?

Beberapa orangtua membicarakan seks dan seksualitas terlalu dini, yang lainnya menunggu terlalu lama. Mereka hanya berharap kepada situasi dan munculnya kesempatan untuk membicarakannya. Walaupun demikian, alangkah lebih baik mempunyai panduan dan tujuan yang telah dipikirkan sebelumnya. Juga penting untuk diingat topik yang tepat sesuai dengan perkembangan usia.

 

Membuat Sebuah Perencanaan dan Tujuan

  1. Carilah nasihat para orangtua yang telah menolong anak-anak mereka mengembangkan sikap hidup sehat terhadap kehidupan seksual mereka.
  2. “Melahap” habis buku-buku yang sangat bagus tentang subjek-subjek tersebut
  3. Membuat sebuah daftar berisi topik-topik yang dirasa perlu dibahas dan mulai menempatkan topik-topik tersebut dalam kategori perkembangan yang sesuai.
  4. Kira-kira setiap enam bulan sekali, mengambil waktu untuk mengevaluasi apa yang dirasa perlu didiskusikan dengan anak-anak.

Membangun fondasi

Tentu saja, mengajarkan anak-anak seksualitas yang sehat tidak hanya sekedar menyampaikan informasi, tetapi lebih kepada mendorong hubungan dan sikap yang sehat, dan meletakkan fondasi untuk “teologi seksualitas” yang sehat, seumur hidup.

Kita sebagai orangtua ingin anak-anak mengetahui bahwa Allah menciptakan seksualitas, dan dalam konteks pernikahan, Dia melihatnya sangat baik. Kita ingin anak-anak kita memiliki sikap dan perilaku yang menghormati Allah dalam masalah seksualitas manusia. Sebagai orangtua, kita harus menyiapkan tokoh panutan bagi anak-anak kita sementara kita memperkenalkan topik-topik penting ini kepada mereka.

Kita seharusnya memulai perbincangan ketika anak-anak kita masih sangat muda dan melanjutkannya sampai mereka dewasa. Semakin alami dan berlangsung terus-menerus percakapan tersebut, semakin mudah bagi Anda sebagai orangtua dan bagi anak-anak Anda untuk memiliki perilaku yang sehat terhadap seks dan hubungan relasi.

 

Topik-topik yang Sesuai Umur

Cara yang paling efektif dalam mengajarkan seksualitas yang sehat adalah sedapat mungkin memanfaatkan momen spontan yang datang daripada berbincang secara lebih formal. Gunakan situasi keseharian dan pengalaman hidup sehingga pesan Anda mudah diterima.

Allah menciptakan anak laki-laki dan anak perempuan (usia 3-5 tahun)

Tema penting yang diusung untuk tahapan usia ini adalah fondasi dasar bahwa Allah menciptakan kita (laki-laki dan perempuan) dan tubuh kita (setiap bagiannya). Dia mencintai dan menginginkan kita menghormati-Nya dengan tubuh kita. Perkenalkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, serta bahas masalah keselamatan pribadi dan sentuhan apa yang pantas dan tidak pantas dari orang yang tidak dikenal, baby sitter, atau bahkan anggota keluarga sekalipun. Diskusi ini harus nyaman dan sering dilakukan.

waktu keingintahuan muncul (usia 6-9 tahun)

Tingkat ini merupakan perkembangan dimana anak-anak sangat ingin tahu. Pada tingkat ini Anda mulai memperkenalkan dasar seksualitas. Anda ingin menjawab pertanyaan, “Dari mana datangnya bayi?” Dengan pemahaman akan keingintahuan mereka, kita perlu memperkenalkan anatomi tubuh manusia yang paling dasar dan bagaimana Allah menjadi bagian dari setiap keluarga, mulai dari pembuahan sampai kepada kematian.

menjaga dirimu sendiri kudus (usia 10-13 tahun) — the purity code

Salah satu pesan penting pada tahap perkembangan ini adalah fakta bahwa tubuh kita adalah hadiah dari Allah dan bahwa kita dapat menjalankan Prinsip Kekudusan. Pubertas terjadi pada tahap ini. Ini adalah tahap utama untuk memperkenalkan bahwa seksualitas adalah hadiah dari Allah dan digunakan dalam ketaatan kepada-Nya. Pada akhir tahap ini, hampir semua perlu dibahas — dari hubungan laki-laki/perempuan sampai kepada pornografi di internet, pengaruh budaya, tekanan dari teman sebaya, kesopanan, bercumbu, juga anugrah serta pengampunan.

yang terbaik dari allah untuk tubuh, pikiran, dan hatimu (usia 14-18 tahun)

Pada tahap ini pekerjaan Anda belum selesai. Percakapan dan instruksi dari orangtua perlu dilakukan mengenai topik-topik berkencan, penetapan standar, kekerasan seksual, seberapa jauhkan terlalu jauh itu, belajar untuk secara radikal menghormati lawan jenis, narkoba, alkohol serta seks, berpesta, dan keputusan untuk berintegritas secara seksual. Pada tahap ini, tidak boleh ada percakapan yang ditangguhkan oleh orangtua. Anak-anak sangat rentan dan sedang melewati tahap coba-coba. Percakapan dengan moral yang jujur dan tanpa malu-malu bersama anak-anak Anda akan membuat mereka lebih mudah dalam mengendalikan seksualitas mereka pada tahap yang penting ini. Jikalau orangtua mengkuliahi atau mengkritik, akan memadamkan semangat mereka untuk berdiskusi. Bersikaplah terbuka dan perlihatkan kepedulian yang tulus agar mereka terus terbuka untuk berdiskusi.

 

Ritual Tonggak Bersejarah

Fakta yang tidak boleh dilewatkan pada diskusi pengajaran ini adalah peristiwa dimana tubuh anak-anak kita sedang berkembang dan berubah. Peristiwa penting dalam kehidupan ini perlu dirayakan.

Pengalaman ritual tonggak bersejarah, baik itu formal maupun tidak, adalah tonggak bagi anak-anak Anda untuk mengingat sebuah waktu ketika Anda menghargai dan memberkati perkembangan mereka. Hal tersebut menjadi cara yang indah bagi orangtua dalam membangun relasi dengan anak-anak mereka. Hubungan atau relasi adalah kata kuncinya. Anak-anak mendambakan relasi dengan orangtuanya.

pubertas

Usia sekitar 10,5 sampai 13 tahun adalah saat penting untuk mendiskusikan rincian dari pubertas. Berbincanglah dengan anak Anda sebelum dan sementara perubahan-perubahan tersebut berlangsung. Pastikan Anda tidak lupa untuk mendiskusikan topik-topik dan fakta-fakta yang sering tidak nyaman untuk diperbincangkan, karena jika Anda tidak melakukannya, siapa lagi yang akan melakukannya dengan cara yang Anda sukai?

 

Dalam menentukan bagaimana, kapan, dan dimana dalam mendiskusikan masalah seksual dengan anak-anak kita, ingatlah bahwa setiap anak berbeda, bahkan dalam kelompok usia yang sama sekalipun.

 

(Sumber: “Teaching Your Children Healthy Sexuality” tulisan Jim Burns. Buku tersedia di Bibliotherapy PKPP)

One Reply to “Bagaimana dan Kapan Membahas Seks dan Seksualitas dengan Anak-Anak Anda”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *