Berkenalan dengan Emosi #1

“Emosi” adalah satu kata yang mungkin sangat sering kita dengar dan ucapkan. “Emosi” adalah sesuatu yang ada di dalam diri kita. Namun banyak mitos yang keliru tentang emosi.

Jika Anda salah memahami tentang sesuatu, maka cara Anda dalam menyikapi dan memperlakukan pun akan menjadi salah.

EMOSI ADALAH REAKSI

Perasaan bukanlah sesuatu yang bisa muncul kapan pun secara independen. Dia adalah hasil reaksi dari sebuah pemicu. Ini berarti bahwa semua emosi muncul karena ADANYA SESUATU. Banyak orang tidak sadar apa PEMICU-nya. Salah satu tanda pertama orang yang cerdas emosinya adalah dia selalu tahu APA perasaan yang sedang muncul dan MENGAPA perasaan itu muncul, serta apa PEMICU-nya.

EMOSI BISA VARIATIF

Mari kita bayangkan situasi ini. Ketika kita sedang bersama-sama belajar di sebuah kelas, tiba-tiba ada seorang teman yang jatuh terjengkang dari kursinya dengan posisi yang lucu dan ekspresi kesakitan yang polos dan lucu. Sebagian besar dari kita tertawa, namun ada beberapa orang yang sigap menghampiri teman kita tadi, menolongnya, sambil memperlihatkan ekspresi wajah khawatir dan serius. Satu kejadian, namun emosi yang muncul pada tiap orang bisa berbeda.

Setidaknya ada 3 hal yang berkaitan dan saling mempengaruhi reaksi emosi seseorang:

  1. Persepsi, terhadap kejadian (atau sesuatu) yang nantinya berpengaruh. Misalnya, bagaimana jika Anda melihat nasi goreng berwarna hitam? Jika persepsi Anda berkata, “Kok sepertinya kurang enak ya,” maka perasaan Anda akan menjadi jijik dan tidak berselera makan. Sementara jika Anda berpersepsi, “Jarang ada makanan unik begini, sepertinya menarik untuk dicoba.” maka Anda akan antusias untuk mencoba.
  2. Resources atau hal-hal yang sudah kita miliki dalam memori, bisa pengetahuan, pengalaman, maupun referensi. Misalnya kejadian teman terjatuh tadi. Beberapa teman yang sigap menolong mungkin pernah mengalami sakit dan malunya ditertawakan sehabis jatuh dari kursi, sehingga timbul perasaan kasihan dan khawatir.
  3. Pemikiran dan analisa. Apa yang kita pikirkan jelas akan berpengaruh pada perasaan kita.

EMOSI ADALAH NETRAL

Banyak orang berpikir ada emosi-emosi yang bersifat buruk. Kita percaya bahwa Tuhan memberikan semua emosi dengan tujuan tertentu. Semua emosi (termasuk marah, sedih, tertekan, dan takut) pasti memiliki kegunaan. Itu sebabnya emosi itu netral. Bagaikan sebilah pisau yang tajam , apakah akan digunakan untuk mengupas buah atau menusuk orang lain tergantung bagaimana kita menggunakannya. Begitu pula dengan emosi. Bagi orang yang dewasa, ia bisa memakainya untuk tujuan yang konstruktif. Sebaliknya, jika kita tidak cukup dewasa, bahkan emosi cinta dan bahagia pun bisa jadi salah sasaran dan mengakibatkan hal-hal negatif. Semua tergantung bagaimana Anda mengelola dan memakainya.

EMOSI BERISI PETUNJUK

Emosi adalah pembawa pesan. Sebenarnya sadar atau tidak, kita bisa membaca pesan-pesan itu, misalnya ketika pacar kita menunjukkan perasaan datar tanpa kebahagiaan saat kita beri hadiah, maka kita tahu bahwa ada hal yang salah. Selain pesan dari orang lain, emosi yang muncul dalam diri kita sebenarnya juga menyampaikan sesuatu kepada kita sendiri. Ketika kita marah, kita harus mulai sadar berarti ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai harapan kita. Saat sedih, berarti ada yang hilang atau terlukai dalam diri kita. Saat takut, berarti ada hal yang menjadi ancaman. Kemampuan kita untuk MENYADARI adanya pesan ini akan membuat kita makin cerdas dalam mengelola emosi kita.

Wow, luar biasa ya emosi itu.

Kita akan semakin mengenal emosi kita di artikel selanjutnya.

We care, so we share..

(Diambil dari buku “e-FACTOR” tulisan Josua Iwan Wahyudi. Buku tersedia di Bibliotherapy PKPP)

Chat us for more information