Dinamika Kelompok “Meaningful Dating”

Buat yang barusan jadian atau yang uda bertahun-tahun pacaran.. Kita tantang kalian untuk cek hubungan kalian selama ini.

Apakah kalian beneran cocok?

Apakah kalian benar-benar mengenal pasangan kalian?

Apa aja yang sudah kalian lakukan agar hubungan kalian sehat dan bahagia?

Bagaimana kalian mengatasi konflik yang muncul?

Yuk.. share sama kita. Kita akan bantu teman-teman untuk membangun sebuah hubungan yang kuat dan bermakna.

 

Bagaimana caranya?

Datang saja ke PKPP, untuk mendaftarkan diri kalian dan pasangan, untuk selanjutnya menentukan waktu pertemuan.

Karena acara ini berupa dinamika kelompok, kalian bisa juga mencari beberapa pasang teman kalian, sehingga pengaturan waktunya lebih enak.

 

Info lebih lanjut silahkan datang ke PKPP gedung D lantai 1 (D 01.11).

See you…

Success Story: Oprah Winfrey

Ia bangkit dari kegagalan debut besar pertamanya di televisi, tetapi masih dapat berpijak dengan kakinya sendiri.

Tidak seorang pun pernah menyalahkan Oprah Winfrey karena mengambil jalan keluar yang mudah. Meskipun masa kecilnya penuh dengan kerja keras, gadis muda dari Kosciusko, Mississippi itu selalu percaya bahwa ia ditakdirkan untuk menjadi orang hebat.

       Mungkin dari latar belakang kehidupannya di desa ia belajar untuk “mengubah penderitaan menjadi kebijaksanaan”, seperti yang dikatakannya kemudian. Dan penderitaan tersebut tidaklah sedikit. Ia adalah anak hasil hubungan bebas ibunya dengan seorang tukang servis yang kemudian pergi. Oprah pertama-tama diasuh oleh neneknya di peternakan babi tanpa fasilitas air ledeng. Ia akhirnya tinggal bersama ibunya, yang pindah ke Milwaukee, tempat ia pertama kali mengalami pelecehan seksual dari teman keluarga dan kerabatnya sendiri. Oprah tumbuh menjadi remaja pemberontak. Ketika ia berusia 14 tahun ia tinggal di lingkungan yang buruk dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang meninggal pada usia satu minggu. Karena habis kesabaran, ibu Oprah mengirimnya untuk tinggal bersama ayahnya — pria yang tak pernah ia kenal.

       Di rumah ayahnyalah ia akhirnya mendapatkan disiplin yang dibutuhkannya untuk mengarahkan kecerdasannya yang menonjol. Selalu berprestasi di sekolah dan terkenal karena kemampuannya berbicara, Oprah mengikuti kontes kecantikan lokal dan ia memenangkan beasiswa di Tennessee State University. Ia mulai mempelajari komunikasi siaran dan mendapatkan kerja paruh waktu sebagai reporter di stasiun TV Nashville.

       Tiba-tiba langkah seorang anak yang pernah menjadi anak nakal itu tidak dapat dihentikan. Oprah meninggalkan bangku sekolah, pada usia yang masih muda, 19 tahun, untuk menjadi penyiar berita perempuan Afrika-Amerika pertama di Nashville. Dalam waktu tiga tahun, ia bergelut dengan hal itu dan akhirnya bekerja di sebuah stasiun di Baltimore — pangsa pasar yang lebih besar dengan gengsi dan tantangan yang lebih besar pula. Langkah itu menjadi kesalahan tak disengaja Oprah yang paling besar.

       Biasanya Oprah bersikap tenang, tetapi sekarang ia kelihatan kehabisan tenaga. Ia lupa membaca kopian naskah sebelum ia tampil di depan kamera. Ia salah mengucapkan suatu kata, menempatkan Barbados di suatu tempat di California, dan tertawa kecil di depan kamera karena kesalahan tersebut. Ia mewawancarai korban kebakaran dengan gaya “Bagaimana perasaan Anda setelah mengalami musibah ini?”, kemudian menangis di depan kamera dan meminta maaf karena mengeksploitasi emosi perempuan.

       Jika manajemen stasiun tidak tertarik dengan sikapnya di depan kamera, mereka tidak senang dengan penampilannya. Mereka mengeluh karena rambutnya terlalu mengembang, hidungnya terlalu besar, dan jarak kedua matanya terlalu jauh. Tergoda untuk membuat penampilan Oprah makin glamor, stasiun tersebut mengirim Oprah ke salon bagus di New York yang melakukan permak dengan sangat buruk, rambutnya rontok. Walaupun tidak bisa menemukan wig yang sesuai, ia tetap tampil di depan kamera.

       Dalam jangka waktu satu tahun kejayaan Oprah tiba, stasiun tersebut tidak lagi tertarik pada penemuan baru mereka. Mereka mengatakan ia tidak cocok dengan berita televisi. Untuk menghindari pemutusan kontraknya, stasiun itu memilih untuk tidak memecat Oprah dan menurunkannya dari penyiar menjadi pembawa acara talkshow bagi ibu rumah tangga di siang hari berjudul “People Are Talking”.

baltimore.cbslocal.com
baltimore.cbslocal.com

       Oprah berkata, “Kegagalan adalah cara Tuhan untuk mengingatkan ‘Anda berjalan di jalan yang salah’.” Namun ia jelas berada di jalan yang benar sekarang. Hari pertamanya di acara talkshow “Rasanya seperti bernapas lega, seperti itulah seharusnya apa yang Anda rasakan”. Acara tersebut adalah acara unggulan dan sebagian besar penontonnya adalah perempuan, yang melihat diri mereka sendiri dalam diri pembawa acara yang lugas, lucu, dan juga manusiawi.

       Tujuh tahun kemudian, acara Oprah menarik perhatian sebuah stasiun di Chicago, dan ia diminta pindah untuk memandu acara “A.M. Chicago”. Dalam jangka waktu satu bulan, ia membuat acaranya menjadi acara talkshow yang paling digemari. Pada tahun 1985, acara itu dikembangkan, diberi nama baru “The Oprah Winfrey Show”, dan ditayangkan secara nasional.

       Lebih dari 15 tahun kesuksesan yang tidak disangka-sangka, Oprah terus membagikan khususnya perjuangan dan keberhasilannya sendiri dalam forum acaranya. Meskipun telah melalui itu semua, ia menolak menyebut kegagalannya sebagai kesalahan. “Aku tidak percaya pada kegagalan,” kata Oprah. “Itu bukan kegagalan jika Anda menikmati prosesnya.”

(Diambil dari buku “30 Success Stories” tulisan Laura Fitzgerald. Tersedia di Bibliotherapy PKPP)

5 Little-Known Parenting Hacks That Take Less Than 1 Minute

As a working mother, I’m always on the lookout for simple things I can do to make life easier and more fulfilling.

Whether it’s learning that I can use a microwave to disinfect a kitchen sponge in one minute or apply baking soda to remove water stains from wood furniture, I love to find tips and tricks that save time, reduce stress, and make a small but meaningful difference in my life.

These sorts of simple tips and tricks have come to be known as “hacks.” There are life hacks, cooking hacks, decorating hacks, cleaning hacks, and so on.

With that in mind, here is my contribution:  5 parenting hacks from a developmental psychologist who specializes in parent-child relationships (but who is not a very good cook).

They all take less than 1 minute to do, but have powerful and often immediate results.

These parenting hacks, based on my work with thousands of moms and dads in my parenting classes (link is external), can help you sidestep power struggles and encourage kids to listen and cooperate, while also improving your relationship with them.

1. Pivot

Pivoting is the art of saying ‘yes’ instead of ‘no’, and meaning the same thing.

So instead of saying: “No, we can’t go to the park until after you have a nap,” pivot and say: “Yes, we can go to the park as soon as you’re done with your nap.”  Or:  “Yes, you can borrow the car as soon as you finish your homework.”

The message is the same, but the tone is completely different, and saying “yes” gives kids a lot less to argue with.

2. Reframe

Reframing is engaging kids’ imagination and sense of play in order to create the behavior you would like to see. A fascinating study of four-year-olds shows the power of this strategy.

In the study, the researchers first asked the kids to stand still for as long as they could. The kids didn’t last very long: usually less than a minute. Then the researchers asked the kids to pretend that they were guards at a factory. Now, the kids were able to stand still almost four times as long. Why? Because they were imaginatively engaged in the activity.

You will also see reframing at work in many preschools when everyone sings the “clean-up song” while the kids put away toys and organize the room.

3. Give a reason

In our busy lives as parents, we may not even notice ourselves barking out “do’s” and “don’ts” to our kids: “Get your shoes on now,” “Turn off the computer,” “Stop that,” and so on. Then we get frustrated when they ignore us or resist doing what we’ve asked.

Here we have the beginnings of a power struggle. But we may be able to sidestep it if we help kids understand why we are asking (that is, give them a reason).

(Note: “Because I said so” is not a reason–and will probably lead to more power struggles or secrecy).

For example: “Please go get your shoes on now. We have to leave in one minute or we’ll be late to pick up your friends and that would not be nice manners.”

This strategy will not guarantee immediate compliance with your requests, but it will show your kids that you are making reasonable requests and also models the importance of using good reasons to motivate behavior.

4. Empathize

Empathy, as I’ve previously written, is the most powerful tool we have as parents.

When we practice empathy with our kids, we show respect for their feelings and their reality (which are often different from ours).  We show that we are listening, and that we understand–or are trying to understand–their point of view.

When you don’t know to do in a situation, practice empathy. When you have to insist on something or follow through on consequences, practice empathy.

For example: “Sweetie, I know you don’t want to wear your seatbelt. It feels itchy to you. You wish you didn’t have to wear it (empathy).”

Please note that practicing empathy does not oblige you to change or fix anything about the situation. This is an important distinction.  You can empathize with your son’s frustration at having to wear a seatbelt without the need to take it off.

5.  Avoid saying “But”

After all of that empathizing to create connection with your kids (see #4 above), don’t negate it by saying “But…”

As in:  “I know you don’t want to wear your seatbelt, but it keeps you safe so you have to do it.”

Instead, keep the connection you established through empathy by conveying that kids’ feelings are important even when they can’t be honored.

How?  Say “At the same time” rather than “But.”  As in:  “Sweetie, I know you don’t want to wear your seatbelt.  At the same time, the seatbelt keeps you safe in the car so we all wear seatbelts when we drive somewhere (give a reason).”

Note: This parenting hack, plus #4 above, work on people of all ages (including your spouse and/or coworkers).

© 2015, Erica Reischer Ph.D.  (link is external)Twitter: @DrEricaR (link is external)

(https://www.psychologytoday.com/blog/what-great-parents-do/201509/5-little-known-parenting-hacks-take-less-1-minute)

Memahami Kleptomania

Apa itu kleptomania?
Istilah ini berasal dari bahasa Yunani “klepto” dan “mania”.
“mania” = kegilaan atau kegemaran yang berlebihan
“klepto” = mencuri
Sederhananya, kleptomania dapat diartikan sebagai kegemaran untuk mencuri. Ini merupakan penyakit jiwa yang membuat penderitanya tidak bisa menahan diri atau tidak memiliki kemampuan untuk menguasai dorongan mencuri.

 

kleptomania-2

 

Hal-hal yang perlu kita ketahui tentang kleptomania:
1. Ia tidak memiliki rencana mencuri.
Ia mencuri karena hasrat/dorongan yang tiba-tiba muncul dari dalam dirinya, yang sulit atau tidak mampu dikuasainya.

2. Mencuri bukan karena nilai kegunaan atau jumlah harga dari barang yang diambil.
Seringkali setelah ia mencuri barang, ia akan membuang atau memberikannya pada orang lain. Jadi, ia mencuri murni karena dorongan yang tidak dapat dikuasainya.

3. Sebelum mengambil barang, ia akan merasa tegang, resah, tidak tenang.
Ada satu perasaan butuh yang sangat dalam seperti kecanduan narkoba, di mana perasaan itu akan hilang setelah ia mengambil barang tersebut.

4. Kepuasannya terletak sewaktu ia mengambil tanpa sepengetahuan pemiliknya.

5. Tidak ada kaitan dengan emosi penderitanya, misalnya mencuri karena marah/balas dendam. Penderita kleptomania tetap bisa melakukan pencurian sewaktu ia sedang bergurau dengan orang lain.

6. Bisa terjadi kapan saja dan di mana saja dan dapat muncul untuk satu kurun waktu tertentu.

7. Dapat menyerang siapapun, termasuk orang yang sangat rohani.

8. Sulit untuk mengidentifikasi ciri-ciri penderita kleptomania.

 

Apa yang menyebabkan kleptomania?
Ini pun masih sulit diidentifikasikan. Bisa jadi karena peristiwa yang pernah terjadi di masa kecilnya, lingkungan sekitar, atau karena dari dalam dirinya sendiri. Penyebab pastinya masih sangat sulit untuk diketahui.

 

klepto2

 

Bila kita mengetahui ada teman atau orang terdekat yang menderita kleptomania, hal-hal apa saja yang dapat kita lakukan?
1. Mendorong si penderita untuk mengakui perbuatan mencurinya secara terbuka.
Mengapa? Karena segala hal/masalah yang berkaitan dengan penguasaan diri akan lebih cenderung terjadi lagi bila masalah itu disembunyikan.
2. Mendorong si penderita untuk membentuk sebuah tim.
Berkaitan dengan poin 1. Ia harus membuka diri kepada orang-orang yang dapat dipercaya dan  berintegritas. Tim ini harus memiliki kemauan dan kesabaran yang besar untuk mendukung, mengecek, memantau, dan memastikan si penderita tidak mengambil barang lagi.
3. Mendorong si penderita untuk mengakui ketidakmampuannya di hadapan Tuhan dan memohon  pertolongan-Nya.
4. Mendorong si penderita untuk lari dari pencobaan.
Jika si penderita mulai merasa dorongan untuk mencuri muncul, maka ia tidak boleh berpikir apa-apa selain meletakkan barang, keluar dari toko, dan benar-benar menjauhi tempat itu sejauh mungkin.
5. Membantu penderita mempertahankan kehidupan batiniah yang tentram dan tenang.
Keresahan atau kecemasan justru akan memperbesar kemungkinan ia mengulangi perbuatannya. Oleh karena itu ia harus menjaga emosinya dan tidak merasa tegang.

 

(Sumber: “Memahami Kleptomania” tulisan Paul Gunadi)

15 Hal SEBAIKNYA TIDAK…

1. Keluar dari knowledge, skill, desire

2. Puas dengan belajar 1 kali saja

3. Menganaktirikan salah 1 belahan otak

4. Menghindari pertemuan ilmiah

5. Alergi dengan dunia organisasi

6. Lupa belajar Bahasa Inggris

7. Ketinggalan teknologi

8. Ambil keputusan benar sebelum meneliti, menganalisa, dan mengumpulkan info lebih dalam

9. Lupakan orang di sekelilingmu

10. Cepat putus asa

11. Menunda tugas

12. Tinggi hati. Sebaliknya pupuk rasa percaya diri, pelihara kasih persaudaraan, dan cinta almamater

13. Salah membidik tujuan kuliah Anda

14. Banyak terlibat dengan kehidupan dugem dan hura-hura

15. Lupa meneropong diri sendiri:

  • Apakah yang memungkinkan aku studi?
  • Sejauh mana perkembanganku?
  • Seberapa besar peranku?
  • Seberapa banyak aku telah belajar dan menimba pengalaman?

Kiat-kiat Membangun Relasi dalam Keragaman Karakteristik

1. Menerima diri sendiri. Siapakah Anda?

Semakin Anda mampu menerima diri akan semakin mampu menerima orang lain.

 

2. Memangkas tembok-tembok penghalang terjadinya relasi dengan rekan-rekan sebaya yang berbeda-beda, seperti prasangka, mengkambing-hitamkan orang, dan benturan budaya.

 

3. Menyadari bahwa keragaman ada dan hal tersebut adalah sumber yang bernilai saling menghormati “warisan masing-masing”.

 

4. Membangun persahabatan dengan teman sebaya yang berbeda-beda dengan saling mempercayai.

 

5. Mengutamakan tujuan-tujuan yang dapat dicapai bersama sehingga ada aksi dan dasar pijakan bersama sehingga setiap orang terlibat.

 

6. Mengklarifikasikan kesalahpahaman.

Petra Parade 2015

Dalam event Petra Parade 2015 yang lalu, PKPP juga turut mendukung dengan membuka stand yang bisa dikunjungi oleh teman-teman siswa SMA maupun mahasiswa.

Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di stand PKPP, antara lain tes kepribadian MBTI, konsultasi, bermain ular tangga raksasa yang berisikan value LIGHT, dan juga beberapa permainan yang akan mengasah otak serta menguji daya juang pemainnya.

 

booth PKPP @ Petra Parade 2015

20150819_122700

20150819_122713

20150819_122804

20150819_122913

20150821_121404

IMG-20150820-WA0000

Membuat Keputusan yang Bijak

Hidup ini terdiri dari berbagai macam pilihan. Apakah Anda menyadarinya?

Kita membuat ratusan pilihan dalam sehari, banyak di antaranya tidak dipikirkan lebih dahulu.

Tiap pilihan yang kita buat sekarang ini dapat mempengaruhi masa depan. Pilihan sangatlah penting.

Itu dikarenakan kualitas hidup Anda akan ditentukan oleh kualitas pilihan-pilihan Anda.

 

Bagaimana membuat keputusan yang bijak?

 

1. Jangan tertipu memilih jalan dengan rintangan paling sedikit. Jalan paling mudah seringkali bukanlah jalan yang benar.

Jalan termudah seringkali menimbulkan penyesalan dan menyebabkan kehancuran

 

2. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, terutama hal-hal yang sangat penting. Kadang-kadang kita merasa sangat terdesak untuk membuat keputusan, mungkin karena kita terlalu menginginkan sesuatu.

Kita harus menunggu Tuhan memberikan bimbingan atas apa yang kita cari

 

3. Ketika membuat keputusan, berpikirlah melampaui hari ini pada kehidupan Anda di masa depan.

Berpikir jauh ke depan

 

4. Belajarlah dari kesalahan dan terbuka terhadap bimbingan. Orang yang bodoh biasanya puas terhadap kebijakannya sendiri.

Jika Anda mencari hikmat, bersiaplah untuk mendengarkan saran yang mungkin Anda tidak setujui

 

5. Membuat komitmen pada diri sendiri bahwa kita bersedia melakukan kehendak Allah.

Jangan pedulikan keadaan Anda, pedulikan Tuhan Anda

 

Pilihlan untuk berharap dan Anda akan menjalani hidup berkelimpahan yang memang sudah menjadi milik Anda.

 

Kehidupan kita adalah hasil dari keputusan-keputusan kita.

Karakter kita terlihat jelas dari keputusan yang kita pilih dan akibat dari keputusan yang kita buat terhadap diri kita dan orang lain.

Ingat, satu pilihan buruk dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup.

Cara Mempererat Persahabatan

Hidup ini harus diisi dengan banyak persahabatan. Mengasihi dan dikasihi adalah kebahagiaan terbesar dalam kehidupan. Bagaimana cara untuk mempererat persahabatan Anda?

1. Tetapkan Hubungan Anda sebagai Prioritas Utama

     “Kebahagiaan sejati tidak tercapai dengan adanya teman yang sangat banyak, tetapi dalam memilih dan menghargai sahabat.” Hubungan yang akrab dapat dimiliki oleh mereka yang menganggapnya cukup.

 

2. Peliharalah Keterbukaan

Jika Anda berani untuk mengungkapkan diri Anda, maka orang lain akan lebih terdorong untuk mengungkapkan rahasia-rahasia mereka kepada Anda. Tetapi kita juga harus belajar berhati-hati dalam mengungkapkan perasaan atau kebenaran yang mungkin akan menyakiti orang yang mendengarnya.

 

3. Berani Mengungkapkan Perasaan Kasih Anda

Orang-orang yang bersikap terbuka dan mau dengan bebas menyatakan kekaguman dan kasih mereka adalah orang yang tidak mudah merasa tertolak. “Jika Anda ingin dikasihi, kasihilah.” Ungkapan juga bisa dalam bentuk pujian dan sentuhan.

 

4. Pelajari Isyarat Kasih

Tindakan yang sepele dalam mengungkapkan kebaikan sangat besar artinya karena hal ini membuktikan bahwa Anda menerima orang yang Anda kasihi itu dengan apa adanya.

 

5. Sediakan Ruang dalam Hubungan Anda

Persahabatan terbaik tidak membutuhkan seorang pun untuk mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Sebaliknya, ada suatu kebersamaan di mana setiap pribadi merasa bebas untuk memperlihatkan kelemahannya tanpa merasa takut bahwa sahabatnya akan “merendahkannya.”

 

Orang yang mencari sahabat tanpa cacat, tidak akan pernah memiliki sahabat.

 

(Sumber: “PERSAHABATAN” tulisan Gary Inrig)