Kiat-kiat Membangun Relasi dalam Keragaman Karakteristik

1. Menerima diri sendiri. Siapakah Anda?

Semakin Anda mampu menerima diri akan semakin mampu menerima orang lain.

 

2. Memangkas tembok-tembok penghalang terjadinya relasi dengan rekan-rekan sebaya yang berbeda-beda, seperti prasangka, mengkambing-hitamkan orang, dan benturan budaya.

 

3. Menyadari bahwa keragaman ada dan hal tersebut adalah sumber yang bernilai saling menghormati “warisan masing-masing”.

 

4. Membangun persahabatan dengan teman sebaya yang berbeda-beda dengan saling mempercayai.

 

5. Mengutamakan tujuan-tujuan yang dapat dicapai bersama sehingga ada aksi dan dasar pijakan bersama sehingga setiap orang terlibat.

 

6. Mengklarifikasikan kesalahpahaman.

Petra Parade 2015

Dalam event Petra Parade 2015 yang lalu, PKPP juga turut mendukung dengan membuka stand yang bisa dikunjungi oleh teman-teman siswa SMA maupun mahasiswa.

Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di stand PKPP, antara lain tes kepribadian MBTI, konsultasi, bermain ular tangga raksasa yang berisikan value LIGHT, dan juga beberapa permainan yang akan mengasah otak serta menguji daya juang pemainnya.

 

booth PKPP @ Petra Parade 2015

20150819_122700

20150819_122713

20150819_122804

20150819_122913

20150821_121404

IMG-20150820-WA0000

Membuat Keputusan yang Bijak

Hidup ini terdiri dari berbagai macam pilihan. Apakah Anda menyadarinya?

Kita membuat ratusan pilihan dalam sehari, banyak di antaranya tidak dipikirkan lebih dahulu.

Tiap pilihan yang kita buat sekarang ini dapat mempengaruhi masa depan. Pilihan sangatlah penting.

Itu dikarenakan kualitas hidup Anda akan ditentukan oleh kualitas pilihan-pilihan Anda.

 

Bagaimana membuat keputusan yang bijak?

 

1. Jangan tertipu memilih jalan dengan rintangan paling sedikit. Jalan paling mudah seringkali bukanlah jalan yang benar.

Jalan termudah seringkali menimbulkan penyesalan dan menyebabkan kehancuran

 

2. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, terutama hal-hal yang sangat penting. Kadang-kadang kita merasa sangat terdesak untuk membuat keputusan, mungkin karena kita terlalu menginginkan sesuatu.

Kita harus menunggu Tuhan memberikan bimbingan atas apa yang kita cari

 

3. Ketika membuat keputusan, berpikirlah melampaui hari ini pada kehidupan Anda di masa depan.

Berpikir jauh ke depan

 

4. Belajarlah dari kesalahan dan terbuka terhadap bimbingan. Orang yang bodoh biasanya puas terhadap kebijakannya sendiri.

Jika Anda mencari hikmat, bersiaplah untuk mendengarkan saran yang mungkin Anda tidak setujui

 

5. Membuat komitmen pada diri sendiri bahwa kita bersedia melakukan kehendak Allah.

Jangan pedulikan keadaan Anda, pedulikan Tuhan Anda

 

Pilihlan untuk berharap dan Anda akan menjalani hidup berkelimpahan yang memang sudah menjadi milik Anda.

 

Kehidupan kita adalah hasil dari keputusan-keputusan kita.

Karakter kita terlihat jelas dari keputusan yang kita pilih dan akibat dari keputusan yang kita buat terhadap diri kita dan orang lain.

Ingat, satu pilihan buruk dapat menyebabkan penyesalan seumur hidup.

Cara Mempererat Persahabatan

Hidup ini harus diisi dengan banyak persahabatan. Mengasihi dan dikasihi adalah kebahagiaan terbesar dalam kehidupan. Bagaimana cara untuk mempererat persahabatan Anda?

1. Tetapkan Hubungan Anda sebagai Prioritas Utama

     “Kebahagiaan sejati tidak tercapai dengan adanya teman yang sangat banyak, tetapi dalam memilih dan menghargai sahabat.” Hubungan yang akrab dapat dimiliki oleh mereka yang menganggapnya cukup.

 

2. Peliharalah Keterbukaan

Jika Anda berani untuk mengungkapkan diri Anda, maka orang lain akan lebih terdorong untuk mengungkapkan rahasia-rahasia mereka kepada Anda. Tetapi kita juga harus belajar berhati-hati dalam mengungkapkan perasaan atau kebenaran yang mungkin akan menyakiti orang yang mendengarnya.

 

3. Berani Mengungkapkan Perasaan Kasih Anda

Orang-orang yang bersikap terbuka dan mau dengan bebas menyatakan kekaguman dan kasih mereka adalah orang yang tidak mudah merasa tertolak. “Jika Anda ingin dikasihi, kasihilah.” Ungkapan juga bisa dalam bentuk pujian dan sentuhan.

 

4. Pelajari Isyarat Kasih

Tindakan yang sepele dalam mengungkapkan kebaikan sangat besar artinya karena hal ini membuktikan bahwa Anda menerima orang yang Anda kasihi itu dengan apa adanya.

 

5. Sediakan Ruang dalam Hubungan Anda

Persahabatan terbaik tidak membutuhkan seorang pun untuk mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Sebaliknya, ada suatu kebersamaan di mana setiap pribadi merasa bebas untuk memperlihatkan kelemahannya tanpa merasa takut bahwa sahabatnya akan “merendahkannya.”

 

Orang yang mencari sahabat tanpa cacat, tidak akan pernah memiliki sahabat.

 

(Sumber: “PERSAHABATAN” tulisan Gary Inrig)

Club SEDIA “COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY”

Berbagai gangguan psikologis diantaranya gangguan kecemasan dan depresi bisa dialami oleh seseorang dan mengakibatkan berkurangnya efektifitas dalam menjalankan fungsi-fungsi dalam kehidupannya (belajar, bekerja, berelasi, dlsb). Gangguan psikologis itu bisa jadi disebabkan karena pemikiran atau pemahaman yang keliru/irasional terhadap masalah yang sedang dihadapi. Pemikiran irasional inilah yang bisa memicu munculnya perilaku yang maladaptive dan gangguan emosi dalam kehidupan orang tersebut.

Dosen wali di Universitas Kristen Petra pada umumnya telah dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan “menolong” mahasiswa dengan pendekatan dasar peer counseling. Namun di lapangan seringkali ketrampilan dasar ini masih kurang memadai dibanding kompleksitas permasalahan muncul, yang kadang kebutuhannya bukan hanya didengarkan melainkan sampai pada pendampingan melakukan jalan keluar dari permasalahan-permasalahan yang bersifat psikologis.

Dengan memperhatikan kebutuhan di atas, maka PKPP mengadakan pembinaan berkelanjutan tentang sebuah pendekatan konseling yang dikenal sebagai “Cognitive Behavioral Therapy” (CBT). Melalui CBT diharapkan para dosen wali/peer counselor makin diperlengkapi dalam mendampingi mahasiswa/rekan kerja menghadapi problema psikologis yang dialami.

TUJUAN

  1. Peserta memahami pendekatan CBT dalam penanganan gangguan psikologis
  2. Peserta memiliki ketrampilan menolong diri sendiri, mahasiswa/rekan yang mengalami gangguan psikologis dengan pendekatan CBT secara praktis

PEMBICARA     Dra. Iis Achsa, S.Th, M.K.

PELAKSANAAN    Jumat/ 21 November 2014

IMG_2380IMG_2384IMG_2390