r.i.n.t.a.n.g.a.n

Setiap kali kita meragukan kemampuan diri sendiri dalam mencapai sesuatu, sebaiknya kita merenungkan berbagai rintangan yang dihadapi orang lain.

Napoleon mengatasi cacatnya yang cukup mencolok, yaitu postur tubuhnya yang pendek, untuk memimpin armada penakluknya ke seluruh penjuru Eropa.

Hellen Keller tidak membiarkan kebutaan dan ketuliannya menghalanginya untuk menolong mereka yang kurang beruntung dibandingkan dirinya. Dan ia melakukannya sepanjang hayatnya.

Abraham Lincoln gagal dalam bidang bisnis di usia 22 tahun, kalah dalam pemilihan calon legislatif di usia 23, dan gagal dalam bidang bisnis sekali lagi di usia 25, ditinggal mati kekasihnya di usia 26, mengalami depresi mental di usia 27, kalah pemilihan anggota kongres di usia 34, 37, dan 39, kalah dalam pemilihan senator di usia 46, dan gagal dalam pemilihan senator berikutnya di usia 49 tahun. Akhirnya di usia yang ke-52, ia dipilih menjadi presiden Amerika Serikat dan sekarang dikenal sebagai salah satu pemimpin terbesar sepanjang sejarah.

Winston Churchill adalah murid yang bodoh dan mengalami kesulitan berbicara. Ternyata ia kemudian tidak hanya menjadi peraih hadiah Nobel, tetapi juga menjadi salah satu orator ulung.

Thomas Edison pernah dikeluarkan dari sekolah.

Julio Iglesias dikeluarkan dari paduan suara sekolahnya. Tetapi hal itu tidak membuatnya gagal menjadi penyanyi dengan rekor jumlah penjualan album tertinggi dalam sejarah.

Daftar ini bisa terus bertambah.

Pesan yang terkandung di dalamnya adalah,

Yang penting bukan tempat Anda memulai, tetapi di mana Anda menentukan garis akhirnya.

Rintangan adalah berkat jika kita memang memandangnya demikian dan menggunakannya sebagai pendorong agar melakukan segalanya dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

(Sumber: “Being Happy! Kiat Hidup Tenteram dan Bahagia” tulisan Andrew Matthews. Buku tersedia di Bibliotherapy PKPP.)

Chat us for more information