Self-worth vs Self-confidence

Serupa, tapi tak sama.

Apa sih self-worth itu?

Self-worth bicara tentang bagaimana kamu memandang dirimu sendiri dan kesadaranmu akan keberhargaan dirimu.

Oh.. emang beda ya sama self-confidence?

Apa sih bedanya?

Percaya diri datang dari luar ke dalam. Artinya, kamu percaya diri karena hal-hal yang kamu miliki. Wajah cakep, banyak uang, fashion menarik, bentuk tubuh oke, pendidikan, jabatan, popularitas, dan semua hal yang dimiliki bisa membuat kita percaya diri.

Tapi rasa berharga berbeda.

Pertama, self-worth atau rasa berharga muncul dari kesadaran dalam diri. Tanpa memiliki apapun, sulit bagi orang untuk menjadi percaya diri. Tapi kalau kamu punya rasa berharga, kamu menyadari bahwa dirimu berharga, meskipun mungkin tidak memiliki apapun. Kamu tidak akan terpengaruh oleh keadaan atau lingkungan di sekitarmu.

Kedua, rasa berharga bisa membuatmu percaya diri, tapi rasa percaya diri saja takkan cukup untuk membuatmu merasa berharga. Contoh, ketika make-up yang bagus membuatmu tampak cantik, kamu bisa merasa percaya diri dan berharga karena semua orang terpesona. Tapi ketika itu luntur dan membuat jerawat atau bekas luka di wajahmu tampak jelas, apa kamu masih merasa berharga ketika semua orang menatap wajahmu?

Jika itu cuma sekedar rasa percaya diri yang dibangun dari luar, pasti dalam sekejap hilanglah pula rasa berhargamu. Tapi kalau kamu membangun rasa berharga dari dalam, maka apapun yang terjadi takkan mengganggu rasa percaya dirimu karena rasa pe-de itu “powered by” kesadaran rasa berharga di dalam.

Perbedaan yang ketiga adalah, rasa percaya diri bisa dibeli, tapi rasa berharga hanya bisa dibangun dari dalam diri oleh orang itu sendiri. Pakaian bagus, rumah mewah, mobil sport, dan lain-lain semua bisa dibeli dengan uang dan hanya “tambalan” rasa berharga.

Lalu apa sih ciri-ciri orang yang benar-benar punya self-worth yang sehat?

Simple aja.

Kalau kamu masih bisa menerima dirimu saat kamu tidak memiliki apapun dan mungkin tidak bisa apapun, serta percaya bahwa dirimu tetaplah “something rather than nothing”, maka itu yang disebut dengan rasa berharga yang sejati.

Tapi kalau kamu mulai merasa gagal, payah, menganggap diri useless dan “nothing”, maka kamu masih menaruh rasa berhargamu pada hal-hal yang eksternal.

Ingat ya..

Kamu adalah ciptaan luar biasa yang dijadikan dengan dahsyat dan ajaib.

We care, so we share..

(Sumber: “Dating Your Destiny” tulisan Josua Iwan Wahyudi. Buku tersedia di Bibliotherapy PKPP)

Chat us for more information