Mengambil Keputusan Secara Efektif

Kita diberi Tuhan kehendak bebas untuk bisa memilih jalan yang hendak kita lalui. Setiap manusia tak luput dari masalah hidup yang menghadapkannya pada banyak pilihan. Oleh karena itu, kita harus jeli dalam mengambil keputusan.

Berikut ini adalah delapan prinsip mengambil keputusan secara efektif:

 

1. DOA

Doa adalah pembicaraan dua arah. Jadi, bicaralah kepada Tuhan dan mohon petunjuk-Nya. Kemudian dengarkan jawaban-Nya.

 

2. BUATLAH KEPUTUSAN TENTANG APA YANG HENDAK ANDA LAKUKAN

Tanyakan kepada diri sendiri, mengapa saya harus mengambil keputusan ini? Masalah apa yang harus diselesaikan? Apa saja pilihan yang tersedia? Hindari keputusan yang ragu-ragu dan bias. Sediakanlah tiga atau lebih pilihan dalam setiap pengambilan keputusan. Berpikirlah kreatif dan perbanyak pilihan-pilihan Anda.

 

3. KUMPULKAN INFORMASI

Kumpulkan informasi sebanyak mungkin, jangan menunggu terlalu lama untuk memutuskan. Hindari terperangkap dalam analisis yang berkepanjangan. Biasanya, keputusan yang tepat dapat diambil setelah tersedia 100% informasi. Namun, dianggap cukup bila informasi yang terkumpul sudah mencapai 50-75%. Jadi, 50% informasi sekali pun dapat menunjang Anda mengambil keputusan yang baik.

 

4. BUATLAH DAFTAR SEBAB DAN AKIBAT

Daftar ini akan membantu Anda berpikir jernih. Daftar sebab-akibat yang mengandalkan logika harus Anda buat sebelum memutuskan sesuatu.

 

5. DENGARKANLAH INSTING DAN INTUISI ANDA

Tapi, bukan berarti Anda harus benar-benar memercayai perasaan tanpa memedulikan logika karena perasaan kurang bagus diandalkan sebagai penganalisis yang jernih. Sebaliknya, pengambilan keputusan yang tepat didapatkan dari mendengarkan intuisi Anda–seperti jika Anda menggunakan logika Anda. Jadi, gabungkanlah logika dan intuisi dalam setiap pengambilan keputusan.

 

6. PERTIMBANGKAN SKENARIO TERBURUK

Kejadian terburuk apa yang mungkin terjadi bila Anda mengambil keputusan dengan cara yang telah Anda pilih? Memikirkan kemungkinan terburuk akan membantu Anda mengidentifikasi kekhawatiran dan ketidakpastian. Biasanya, kedua hal ini dapat mencegah Anda yang terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Dengan mengetahui kekhawatiran dan halangan yang ada, Anda terbantu untuk melihat persoalan dengan lebih jernih.

“Jika Anda benar-benar mau melakukan sesuatu, Anda akan menemukan jalan; jika tidak, Anda akan menemukan suatu alasan.” — Norman Vincent Peale

7. CARILAH PENASIHAT YANG DAPAT DIPERCAYA

Pandangan dan pendapat orang lain–apalagi dari ahlinya–seringkali diperlukan karena dapat membantu menjernihkan permasalahan yang sedang dihadapi. Memang Anda tidak harus menuruti nasihat orang lain, tapi setidaknya Anda menjadi lebih bijak dengan mendengar dan mempertimbangkannya.

 

8. AMBILLAH KEPUTUSAN

Jangan berdalih. Jangan menunda-nunda –putuskan. Lanjutkan dengan melakukan keputusan Anda dan percaya pada bimbingan Tuhan sebagai jawaban atas doa Anda.

“Kalau keputusan sudah diambil, berhentilah khawatir dan mulailah bekerja.” –William James

 

(Febe Chen dalam bukunya “Menjadi Pribadi Unggul”. Buku tersedia di Bibliotherapy PKPP)