Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan merupakan suatu tindakan atau sikap yang selalu dilakukan dengan cara yang sama, bila orang berhadapan dengan kondisi yang sama. Kondisi tertentu akan membuat orang bereaksi atau bertindak tertentu juga. Maka kalau kondisi tertentu itu sering dihadapi, dengan sendirinya orang yang bersangkutan mengulang-ulang tindakan yang tertentu juga, sehingga menjadi terbiasa dan menjadi semacam cara hidup. Karena terbentuknya kebiasaan tersebut lewat pengulangan-pengulangan, maka tindakan yang sudah menjadi kebiasaan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, tanpa harus banyak berpikir.

Kita semua mempunyai kebiasaan baik maupun buruk yang tidak muncul dengan tiba-tiba. Semua kebiasaan merupakan akibat dari pengulangan-pengulangan. Semakin banyak kita mengulangi tindakan yang sama, semakin tindakan itu mengakar dalam diri kita. Itulah sebabnya mengapa kebiasaan yang sudah mengakar menjadi sulit dihilangkan.

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita miliki dapat menghambat pergaulan kita dengan orang lain, membuat kita dijauhi, dan dapat mengakibatkan berbagai macam gangguan mental. Maka kalau kita ingin merasakan kebahagiaan dalam hidup ini, kita harus berani memerangi kebiasaan buruk yang ada pada diri kita.

 

Memiliki Motivasi yang Kuat

Agar kita dapat memiliki motivasi yang kuat dan tahan terhadap tekanan-tekanan, perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri, mengapa kita ingin menghilangkan kebiasaan buruk kita. Kemudian buat daftar alasan-alasan yang memperkuat motivasi kita. Motivasi yang kuat akan memperkeras kemauan kita, membuat kita pantang menyerah dan dengan tekun memperjuangkan apa yang kita inginkan.

Memiliki Kemauan yang Keras

Motivasi yang kuat belum cukup kalau belum dapat menimbulkan kemauan yang keras atau kehendak yang kuat. Kemauan yang keras dibutuhkan tidak hanya untuk memulai saja, tetapi lebih-lebih untuk kelangsungan usaha memerangi kebiasaan buruk itu sendiri. Usaha untuk menghilangkannya akan banyak menghadapi hambatan dan godaan, mungkin kita harus jatuh-bangun, dan harus tetap berjuang terus tanpa kenal menyerah. Usaha semacam itu tidak mungkin berhasil tanpa motivasi dan kehendak yang kuat.

Hentikan Sama Sekali

Setelah memiliki motivasi dan kehendak yang kuat, kita harus menentukan strategi mana yang akan kita pakai untuk memerangi kebiasaan buruk kita. Apakah kita akan menguranginya sedikit demi sedikit, atau menghentikannya sama sekali? Apabila kebiasaan buruk itu merupakan dosa, maka tidak bisa dihilangkan sedikit demi sedikit, harus dihentikan sama sekali.

Hilangkan Satu per Satu

Kalau kita sekaligus ingin menghilangkan banyak kebiasaan buruk yang kita miliki, pasti akan mengalami kegagalan. Sebaiknya kita buat dulu daftar kebiasaan-kebiasaan buruk mana yang ingin dihilangkan. Lalu pilih salah satu dan rincikan kebiasaan buruk mana yang ingin kita hilangkan lebih dulu, mengapa, apa yang akan kita lakukan, kapan mulai, dsb. Setelah satu kebiasaan buruk dapat dihilangkan, lalu pilih salah satu kebiasaan buruk lain dari daftar kita, begitu seterusnya.

Memberikan Hukuman dan Pujian

Hukuman membuat orang berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan yang tidak baik. Sedang pujian yang diberikan apabila orang berhasil mengalahkan kebiasaan buruknya, akan memperkuat usahanya untuk tetap berjuang melawan kebiasaan buruk yang ia miliki.

 

Kalau kita hanya berjuang mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan buruk saja, mungkin usaha kita akan menjadi kurang efektif dan kepribadian kita kurang berkembang. Maka usaha itu harus dibarengi dengan usaha mengembangkan kebiasaan yang baik.

Kapan Mulai?

Saat paling baik adalah pada awal masa kanak-kanak, di mana masih mudah sekali dibentuk. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah menjadi orang dewasa? Kita masih mempunyai waktu untuk memperbaiki diri dan mengembangkan kebiasaan yang baik. Sekaranglah saatnya. Jangan menunda sampai nanti atau tahun depan.

Bagaimana caranya?

Pertama-tama harus kita rumuskan kebiasaan baik apa yang akan kita kembangkan, sekonkrit mungkin. Pilih yang dapat kita lakukan dengan motif dan kehendak yang kuat. Jangan mulai dengan banyak kebiasaan baik sekaligus dan berikan diri kita hukuman kalau gagal atau pujian kalau berhasil. Kita harus mempraktekkannya dalam setiap kesempatan yang ada dari hari ke hari. Dengan demikian, lama-kelamaan kebiasaan baik tersebut akan mengakar dalam diri kita. Meskipun demikian, mengembangkan kebiasaan baik tidak bisa hanya usaha kita sendiri, tetapi juga merupakan bantuan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita menjadi tidak berdaya dan tanpa usaha kita pun bantuan Tuhan menjadi sia-sia.

 

KEMANA MENCARI BANTUAN?

Kita tidak harus berjuang sendirian. Mintalah bantuan pada sahabat dekat, keluarga, atau orang lain yang dapat kita percayai, misalnya konselor. Mereka pasti bersedia membantu kita, asalkan kita mau terbuka pada mereka.

 

We Care, So We Share..

 

(Artikel diambil dari buku “Menghilangkan Kebiasaan Buruk” tulisan Florence Wedge. Buku tersedia di bibliotherapy PKPP)