Club SEDIA: The Unspoken “HELP!!”

Pada hari Jumat, 28 Oktober 2016 yang lalu, PKPP mengadakan seminar bagi para anggota club Siap Empati Dalam sItuasi Apapun (Club SEDIA) dengan judul The Unspoken “HELP!!”. Seminar yang disampaikan oleh dr. Harsono Wiradinata, Sp.KJ (Psikiater) ini dihadiri oleh 39 orang, tidak hanya yang tergabung dalam club SEDIA, namun juga dosen dan karyawan lainnya yang memiliki kepedulian pada mahasiswa.

dr. Harsono Wiradinata, Sp.KJ (Psikiater)

The Unspoken “HELP!!” ini berbicara mengenai gejala dan pertolongan pertama bagi penderita skizofrenia, yaitu suatu gangguan psikologis yang membuat penderitanya sulit membedakan antara kenyataan dan pikiran sendiri, sering berhalusinasi, dan tidak relevan dengan dunia real. Hal ini tentu akan mengganggu kegiatan sehari-hari penderitanya. Namun mereka enggan untuk menyampaikan kondisi mereka, karena malu atau ketakutan dianggap ‘gila’.

Dalam seminar ini dr. Harsono menyampaikan banyak hal mengenai penyebab, gejala, serta cara menolong penderita skizofrenia ini. Peserta yang antusias mengikuti seminar ini juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan terkait pengalaman mereka mendampingi mahasiswa dengan berbagai problematikanya.

 

 

 

Mengambil Keputusan Secara Efektif

Kita diberi Tuhan kehendak bebas untuk bisa memilih jalan yang hendak kita lalui. Setiap manusia tak luput dari masalah hidup yang menghadapkannya pada banyak pilihan. Oleh karena itu, kita harus jeli dalam mengambil keputusan.

Berikut ini adalah delapan prinsip mengambil keputusan secara efektif:

 

1. DOA

Doa adalah pembicaraan dua arah. Jadi, bicaralah kepada Tuhan dan mohon petunjuk-Nya. Kemudian dengarkan jawaban-Nya.

 

2. BUATLAH KEPUTUSAN TENTANG APA YANG HENDAK ANDA LAKUKAN

Tanyakan kepada diri sendiri, mengapa saya harus mengambil keputusan ini? Masalah apa yang harus diselesaikan? Apa saja pilihan yang tersedia? Hindari keputusan yang ragu-ragu dan bias. Sediakanlah tiga atau lebih pilihan dalam setiap pengambilan keputusan. Berpikirlah kreatif dan perbanyak pilihan-pilihan Anda.

 

3. KUMPULKAN INFORMASI

Kumpulkan informasi sebanyak mungkin, jangan menunggu terlalu lama untuk memutuskan. Hindari terperangkap dalam analisis yang berkepanjangan. Biasanya, keputusan yang tepat dapat diambil setelah tersedia 100% informasi. Namun, dianggap cukup bila informasi yang terkumpul sudah mencapai 50-75%. Jadi, 50% informasi sekali pun dapat menunjang Anda mengambil keputusan yang baik.

 

4. BUATLAH DAFTAR SEBAB DAN AKIBAT

Daftar ini akan membantu Anda berpikir jernih. Daftar sebab-akibat yang mengandalkan logika harus Anda buat sebelum memutuskan sesuatu.

 

5. DENGARKANLAH INSTING DAN INTUISI ANDA

Tapi, bukan berarti Anda harus benar-benar memercayai perasaan tanpa memedulikan logika karena perasaan kurang bagus diandalkan sebagai penganalisis yang jernih. Sebaliknya, pengambilan keputusan yang tepat didapatkan dari mendengarkan intuisi Anda–seperti jika Anda menggunakan logika Anda. Jadi, gabungkanlah logika dan intuisi dalam setiap pengambilan keputusan.

 

6. PERTIMBANGKAN SKENARIO TERBURUK

Kejadian terburuk apa yang mungkin terjadi bila Anda mengambil keputusan dengan cara yang telah Anda pilih? Memikirkan kemungkinan terburuk akan membantu Anda mengidentifikasi kekhawatiran dan ketidakpastian. Biasanya, kedua hal ini dapat mencegah Anda yang terlalu cepat dalam mengambil keputusan. Dengan mengetahui kekhawatiran dan halangan yang ada, Anda terbantu untuk melihat persoalan dengan lebih jernih.

“Jika Anda benar-benar mau melakukan sesuatu, Anda akan menemukan jalan; jika tidak, Anda akan menemukan suatu alasan.” — Norman Vincent Peale

7. CARILAH PENASIHAT YANG DAPAT DIPERCAYA

Pandangan dan pendapat orang lain–apalagi dari ahlinya–seringkali diperlukan karena dapat membantu menjernihkan permasalahan yang sedang dihadapi. Memang Anda tidak harus menuruti nasihat orang lain, tapi setidaknya Anda menjadi lebih bijak dengan mendengar dan mempertimbangkannya.

 

8. AMBILLAH KEPUTUSAN

Jangan berdalih. Jangan menunda-nunda –putuskan. Lanjutkan dengan melakukan keputusan Anda dan percaya pada bimbingan Tuhan sebagai jawaban atas doa Anda.

“Kalau keputusan sudah diambil, berhentilah khawatir dan mulailah bekerja.” –William James

 

(Febe Chen dalam bukunya “Menjadi Pribadi Unggul”. Buku tersedia di Bibliotherapy PKPP)

Biarkan Kesendirian Membantu Mengatasi Kesepian Anda

Ada kalanya kita merasakan keramahan, simpati, dan mendapatkan hiburan dari orang lain. Namun ada kalanya pula kita harus sendirian tanpa teman. Dalam zaman modern yang semakin ramai seperti sekarang ini, orang menjadi semakin takut bila harus sendirian, sehingga tidak mengherankan bila banyak yang melarikan diri dalam keramaian atau mengikuti suatu perkumpulan hanya sekedar untuk menghindari kesendirian.

Memang kesendirian dapat membuat kita dicengkam oleh rasa kesepian. Namun apabila kita menerima kesendirian sebagai fakta yang tak dapat dihindari, kemudia berusaha memanfaatkannya, maka kesendirian dapat menjadi saat yang produktif dan kreatif, serta banyak maknanya bagi kehidupan kita.

 

Saat untuk Lebih Mengenal Diri Sendiri

Kalau kita sendirian, kita mempunyai kesempatan untuk berhadapan dengan diri kita sendiri dalam keheningan, sehingga saat semacam itu dapat merupakan saat untuk lebih mengenal diri sendiri, untuk melihat kekuatan dan kelemahan kita, menemukan hal-hal baru dalam diri kita ataupun menemukan kemampuan-kemampuan yang selama ini terpendam, dan juga merupakan kesempatan untuk membuat rencana pengembangan diri. Dengan demikian kita juga punya kesempatan untuk belajar mencintai diri sendiri dan merasa bahagia dengan diri kita sendiri.

 

Saat untuk Memperoleh Kekuatan Batin

Memang apabila orang dapat mengubah kesendirian menjadi suatu keheningan yang konstruktif, maka kesendirian akan dapat membantu kita memperoleh kekuatan batin kembali. Kita akan menemukan hal-hal baru dalam diri kita, dan kehendak Tuhan terhadap diri kita menjadi semakin jelas.

 

Saat untuk Berkreasi

Seni budaya dan ilmu pengetahuan tidak tercipta di tengah keramaian, tetapi di dalam kesunyian. Hanya dalam kesendirian orang dapat mengembangkan ide-ide yang muncul dalam pikirannya. Kalau kita terpaksa harus tinggal sendirian dan merasa bahwa tidak ada ide-ide yang dapat dikembangkan, hobi pun dapat membantu kita memanfaatkan kesendirian secara kreatif.

 

Jadi, kesendirian dapat menjadi kesepian atau tidak, itu tergantung dari diri kita sendiri, kita bisa memanfaatkan kesendirian itu atau tidak. Maka salah satu cara mengatasi rasa kesepian adalah belajar memanfaatkan kesendirian, sehingga kita dapat tinggal sendirian tanpa merasa kesepian.

 

(“Mengatasi Rasa Kesepian” tulisan Florence Wedge)

Mengubah citra diri adalah hal yang sulit. Perilaku citra diri yang buruk selalu muncul. Pada saat memasuki jalur perbaikan diri, kita masih cenderung mempertahankan pola-pola lama, seperti menyalahkan diri sendiri, memendam rasa bersalah, dan menjelek-jelekkan diri sendiri.

Ada beberapa saran yang bisa Anda gunakan untuk memacu peningkatan citra diri Anda.

 

TERIMALAH PUJIAN — Selalu ucapkan terima kasih atau kata-kata lain yang sejenis.

BERIKAN PUJIAN — Salah satu cara termudah untuk merasa senang tentang diri sendiri adalah dengan mengenali kebaikan dalam diri orang lain.

KEMUKAKAN SEGI POSITIF DIRI ANDA — jika Anda tidak mempunyai suatu hal yang positif tentang diri Anda untuk Anda kemukakan, jangan berkata apa-apa!

PUJILAH DIRI SENDIRI — saat Anda melakukan sesuatu dengan benar, pujilah diri Anda sendiri. Kenalilah harga diri Anda sendiri.

PISAHKAN PERILAKU ANDA DARI DIRI ANDA — sadarilah bahwa perilaku Anda tidak berkaitan dengan harga diri Anda. Jika Anda melakukan hal yang konyol, seperti menabrak mobil orang lain, itu tidak berarti Anda orang yang jahat. Anda semata-mata melakukan kesalahan. (Cintailah pendosa, bencilah dosanya.)

PERLAKUKAN TUBUH ANDA DENGAN BAIK — hanya itulah milik Anda satu-satunya. Apa pun yang kita lakukan akan mempengaruhi orang lain. Latih dan peliharalah tubuh Anda.

BIARKAN ORANG TAHU TENTANG PERLAKUAN YANG ANDA HARAPKAN — khususnya, beri contoh bagaimana Anda memperlakukan diri Anda dan mereka. Tidak seorang pun layak menerima perlakuan buruk dari orang lain!

BERGAULAH DENGAN ORANG YANG BAIK

NIKMATILAH KESENANGAN TANPA HARUS MERASA BERSALAH

GUNAKAN PENEGASAN

BACALAH BUKU-BUKU YANG MEMBANGKITKAN IDE DAN INSPIRASI

SELALU BAYANGKAN ANDA MENJADI SESEORANG YANG ANDA INGINKAN, BUKAN MEMBAYANGKAN KEADAAN ANDA SEKARANG. ANDA AKAN CENDERUNG BERGERAK KE ARAH PIKIRAN YANG MENDOMINASI ANDA.

 

(Diambil dari buku “Being Happy!” tulisan Andrew Matthews. Buku tersedia di bibliotherapy PKPP)

Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan merupakan suatu tindakan atau sikap yang selalu dilakukan dengan cara yang sama, bila orang berhadapan dengan kondisi yang sama. Kondisi tertentu akan membuat orang bereaksi atau bertindak tertentu juga. Maka kalau kondisi tertentu itu sering dihadapi, dengan sendirinya orang yang bersangkutan mengulang-ulang tindakan yang tertentu juga, sehingga menjadi terbiasa dan menjadi semacam cara hidup. Karena terbentuknya kebiasaan tersebut lewat pengulangan-pengulangan, maka tindakan yang sudah menjadi kebiasaan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, tanpa harus banyak berpikir.

Kita semua mempunyai kebiasaan baik maupun buruk yang tidak muncul dengan tiba-tiba. Semua kebiasaan merupakan akibat dari pengulangan-pengulangan. Semakin banyak kita mengulangi tindakan yang sama, semakin tindakan itu mengakar dalam diri kita. Itulah sebabnya mengapa kebiasaan yang sudah mengakar menjadi sulit dihilangkan.

Kebiasaan-kebiasaan buruk yang kita miliki dapat menghambat pergaulan kita dengan orang lain, membuat kita dijauhi, dan dapat mengakibatkan berbagai macam gangguan mental. Maka kalau kita ingin merasakan kebahagiaan dalam hidup ini, kita harus berani memerangi kebiasaan buruk yang ada pada diri kita.

 

Memiliki Motivasi yang Kuat

Agar kita dapat memiliki motivasi yang kuat dan tahan terhadap tekanan-tekanan, perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri, mengapa kita ingin menghilangkan kebiasaan buruk kita. Kemudian buat daftar alasan-alasan yang memperkuat motivasi kita. Motivasi yang kuat akan memperkeras kemauan kita, membuat kita pantang menyerah dan dengan tekun memperjuangkan apa yang kita inginkan.

Memiliki Kemauan yang Keras

Motivasi yang kuat belum cukup kalau belum dapat menimbulkan kemauan yang keras atau kehendak yang kuat. Kemauan yang keras dibutuhkan tidak hanya untuk memulai saja, tetapi lebih-lebih untuk kelangsungan usaha memerangi kebiasaan buruk itu sendiri. Usaha untuk menghilangkannya akan banyak menghadapi hambatan dan godaan, mungkin kita harus jatuh-bangun, dan harus tetap berjuang terus tanpa kenal menyerah. Usaha semacam itu tidak mungkin berhasil tanpa motivasi dan kehendak yang kuat.

Hentikan Sama Sekali

Setelah memiliki motivasi dan kehendak yang kuat, kita harus menentukan strategi mana yang akan kita pakai untuk memerangi kebiasaan buruk kita. Apakah kita akan menguranginya sedikit demi sedikit, atau menghentikannya sama sekali? Apabila kebiasaan buruk itu merupakan dosa, maka tidak bisa dihilangkan sedikit demi sedikit, harus dihentikan sama sekali.

Hilangkan Satu per Satu

Kalau kita sekaligus ingin menghilangkan banyak kebiasaan buruk yang kita miliki, pasti akan mengalami kegagalan. Sebaiknya kita buat dulu daftar kebiasaan-kebiasaan buruk mana yang ingin dihilangkan. Lalu pilih salah satu dan rincikan kebiasaan buruk mana yang ingin kita hilangkan lebih dulu, mengapa, apa yang akan kita lakukan, kapan mulai, dsb. Setelah satu kebiasaan buruk dapat dihilangkan, lalu pilih salah satu kebiasaan buruk lain dari daftar kita, begitu seterusnya.

Memberikan Hukuman dan Pujian

Hukuman membuat orang berpikir dua kali sebelum melakukan perbuatan yang tidak baik. Sedang pujian yang diberikan apabila orang berhasil mengalahkan kebiasaan buruknya, akan memperkuat usahanya untuk tetap berjuang melawan kebiasaan buruk yang ia miliki.

 

Kalau kita hanya berjuang mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan buruk saja, mungkin usaha kita akan menjadi kurang efektif dan kepribadian kita kurang berkembang. Maka usaha itu harus dibarengi dengan usaha mengembangkan kebiasaan yang baik.

Kapan Mulai?

Saat paling baik adalah pada awal masa kanak-kanak, di mana masih mudah sekali dibentuk. Lalu bagaimana dengan kita yang sudah menjadi orang dewasa? Kita masih mempunyai waktu untuk memperbaiki diri dan mengembangkan kebiasaan yang baik. Sekaranglah saatnya. Jangan menunda sampai nanti atau tahun depan.

Bagaimana caranya?

Pertama-tama harus kita rumuskan kebiasaan baik apa yang akan kita kembangkan, sekonkrit mungkin. Pilih yang dapat kita lakukan dengan motif dan kehendak yang kuat. Jangan mulai dengan banyak kebiasaan baik sekaligus dan berikan diri kita hukuman kalau gagal atau pujian kalau berhasil. Kita harus mempraktekkannya dalam setiap kesempatan yang ada dari hari ke hari. Dengan demikian, lama-kelamaan kebiasaan baik tersebut akan mengakar dalam diri kita. Meskipun demikian, mengembangkan kebiasaan baik tidak bisa hanya usaha kita sendiri, tetapi juga merupakan bantuan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita menjadi tidak berdaya dan tanpa usaha kita pun bantuan Tuhan menjadi sia-sia.

 

KEMANA MENCARI BANTUAN?

Kita tidak harus berjuang sendirian. Mintalah bantuan pada sahabat dekat, keluarga, atau orang lain yang dapat kita percayai, misalnya konselor. Mereka pasti bersedia membantu kita, asalkan kita mau terbuka pada mereka.

 

We Care, So We Share..

 

(Artikel diambil dari buku “Menghilangkan Kebiasaan Buruk” tulisan Florence Wedge. Buku tersedia di bibliotherapy PKPP)